Contoh RPP SMP Mapel PAI berkarakter

Download:

CONTOH RPP KLS VII-1 ASPEK AL-QURAN

CONTOH RPP KELAS VII Smt 1 -ASPEK AKIDAH

SILABUS VII SMT. 1

TEACHER’S GUIDE PAI Desember 2010 Sahidjaya Solo

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Satuan Pendidikan                        :  SMP…………………………………….

Kelas                                                 :  VII

Semester                                          :  I

Mata Pelajaran                                :  Pendidikan Agama Islam (PAI)

Alokasi Waktu                                 :  2 x 40 menit ( 1 kali pertemuan)          

 

A      STANDAR KOMPETENSI              

2. Meningkatkan keimanan kepada Allah Swt. melalui pemahaman sifat-sifat-Nya.

 

B.          KOMPETENSI DASAR

2.1  Membaca ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan sifat- sifat Allah.

 

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran dilaksankan peserta didik dapat :

1. Membaca  ayat-ayat  al-Quran yang berkaitan dengan sifat Rububiyah (QS. al- A’raf: 54) secara mandiri dengan baik dan benar

2. Membaca dan mengartikan ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan sifat-sifat  Mulkiyah (QS. Ali Imran: 189) secara mandiri dengan baik dan benar

3. Membaca dan mengartikan  ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan sifat-sifat Uluhiyah (QS. al-Baqarah: 255) secara mandiri dengan baik dan benar

 

D.     MATERI AJAR

Pengertian Aqidah Islam

Aqidah menurut bahasa artinya ikatan, sedangkan pengertian aqidah Islam adalah iman kepada Allah SWT, Malaikat-Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir, dan iman kepada taqdir-Nya yang baik dan yang buruk. Semua itu dinamakan rukun iman, dan orang meyakininya disebut Mu’min.

Aqidah ini disebut juga aqidah shahihah (aqidah yang benar), karena aqidah ini bersumber kepada Al-Qur’an dan Hadits . Sedangkan lawan dari aqidah shahihah  aqidah batilah, yaitu aqidah yang tidak berdasar kepada Al-Qur’an dan Hadits.

Firman Allah :

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

 

Artinya :     ”Bukanlah kebaikan jika kalian menghadapkan wajah-wajah kamu kesebelah timur dan barat, namun kebaikan itu adalah orang yang beriman kepada Allah, dan hari akhir dan malaikat dan kitab dan nabi-nabi … (Q.S. Al-Baqarah : 177).

 

Firman Allah :

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kamu kepada Allah, dan Rosul-Nya dan kitab yang telah diturunkan kepada Rosul-Nya (Al-Qur’an) dan kitab yang telah diturunkan dari sebelumnya (Zabur, Taurat dan Injil), dan barang siapa ingkar kepada Allah, dan Malaikat-Nya, dan hari akhir, maka sesungguhnya dia telah sesat benar benar sesat yang jauh. (Q.S. An-Nisa : 136).

 

Hadits dari Umar Bin Khothob, Nabi Muhammad SAW bersabda :

ألايْمَانُ أَن تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ ,وَكُتُبِهِ وَ رُسُلِهِ وَاليَوْمِ الاَخِرِ وَأَنْ تُؤْمِنَ بِالقَدْرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Artinya : “Iman itu adalah : Kamu beriman kepada Allah, dan Malaikat-Nya, dan kitab-kitab-Nya, dan Rosul-rosul-Nya, dan hari akhir dan kamu beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk. (H.R.Bukhari dan Muslim).

 

2.      Aqidah Shahihah dan Amal Shalih

Amal shalih yang akan menghantarkan kepada kebahagiann di dunia dan di akhirat, hanyalah amal yang didasari oleh keimanan (aqidah), ini berdasarkan kepada Firman Allah SWT :

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Artinya : “Barang siapa mengerjakan amal salih, baik laki-laki atau wanita dalam keadaan beriman maka kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh akan kami balas mereka dengan yang lebih baik apa yang mereka lakukan.   (Q.S. An-Nahl : 97).

 

Setiap tindakan yang bersumber dari aqidah yang tidak benar (batil), maka dengan sendirinya amal itu tidak sah, sebagaimana Firman Allah :

 

وَمَن يَكْفُرْ بِالإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِين.

Artinya : “Barang siapa mengingkari keimanan, maka hancurlah amalnya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.               (Q.S. Al-Maidah : 5).

                                        

 

3.      Manfaat Bertauhid

Tauhid menurut bahasa artinya mengesakan. Menurut istilah tauhid adalah meyakini bahwa Allah itu esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Kesaksian itu dirumuskan dalam kalimat syahadat Lailaha illalloh  (Tidak ada Tuhan selain Allah). Ini disebut kalimat tahlil atau kalimat ikhlas atau kalimat thoyyibah. Lawan dari tauhid adalah syirik (menyekutukan), dan orangnya disebut Musyrik.

Diantara keutamaan orang yang memiliki tauhid yang kokoh dan bersih adalah sebagai  berikut :

1.             Di akhirat akan terjaga dan selamat dari neraka.

2.             Di dunia ia akan termasuk orang yang mendapat petunjuk.

3.             Dia akan memasuki syurga.

4.             Dia telah berpegang kepada tali yang kokoh dan akan istiqomah (tegak), lihat (Q.S. Al-Baqarah : 256).

Firman Allah :

الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَـئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ.

Artinya : “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampurkan keimanannya dengan kezholiman (syirik) itulah bagi mereka keselamatan dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Al-An’am : 82).

 

Dari Abu Dzar, katanya : Bersabdalah Rosulullah SAW : Saya telah di datangi oleh utusan dari Tuhanku lalu dia mengabariku, bahwasanya “Barangsiapa meninggal dunia dari umatku dalam keadaan tidak menyekutukan Allah sedikitpun, pasti dia masuk syurga. Aku bertanya bagaimana seandainya dia itu berzina dan mencuri ? Dia menjawab walaupun dia Zina dan mencuri. (H.R.Bukhori – Muslim).

 

a.      Pengertian Iman Kepada Allah

Iman menurut bahasa artinya percaya atau yakin. Iman kepada Allah SWT adalah meyakini bahwa Allah itu Robb (Penguasa alam semesta), Malik ( Raja bagi semua makhluk), dan Ilah (Sembahan) yang benar yang tidak ada Tuhan selain Dia yang bersemayam di atas arasy. Dialah yang telah menciptakan dan  mengatur semua makhluk dari langit sampai ke bumi. Dia pencipta (Kholik) dan Dia pulalah yang mempunyai aturan. Dia ciptakan manusia dan jin untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana Firman Allah :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ.

Artinya :“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S. Adz-Dzariyat : 56)

Ibadah berarti mengabdi kepada Allah dengan sepenuh hati berdasarkan aturan Allah dan petunjuk Rosulnya baik secara langsung seperti shalat maupun tidak langsung, seperti berbuat baik terhadap sesama manusia.

Beriman kepada Allah berarti membenarkan dan menerima segala aturan yang diturunkan kepada Rosulnya. Dan orang yang beriman kepada Allah harus sekaligus menolak dan mengingkari sembahan-sembahan selain Allah, sebagaimana Firman Allah :

ِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya :“Maka barang siapa ingkar kepada thagut (sembahan selain Allah) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang pada tali buhul yang kokoh yang takkan pernah terputus. Dan Allah itu Maha mendengar Maha mengetahui (Q.S. Al-Baqarah : 256).

 

Iman kepada Allah itru berarti membenarkan segala firman-Nya baik tentang hakekat dzatNya, sifatNya, maupun perbuatanNya, baik yang dapat dimengerti oleh akal maupun yang tidak terjangkau oleh akal, karena iman itu bukan dapat dimengerti atau tidaknya oleh akal, akan tetapi iman itu adalah sikap jiwa (hati) menerima (Tafwidl) terhadap segala yang datang dari Allah dan dari RosulNya.

Iman kepada Allah mendasari segala perlu atau ibadah, baik yang langsung maupun tidak langsung.

Firman Allah :

 

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ.

                  Artinya : “Dan tidaklah mereka diperintah, melainkan agar beribadah kepada Allah dengan ikhlas kepadanya sambil menepati agama. (Q.S. Al-Bayyinah : 5)

Diantara Firman Allah yang mengatakan adanya Tuhan dan Ciptaan-Nya :

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِأَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Artinya :“Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Allah yang telah menciptakan langit-langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di arasy, Dia menutup malam kepada siang dengan cepat, dan Dia ciptakan matahari, bulan dan bintang yang ditundukkan dengan perintah-Nya. Ingatlah kepunyaan Dia makhluk dan aturan maka berkah Allah penguasa alam semesta   (Q.S. Al-Araf : 54).

 

Ayat di atas menerangkan bahwa :

1.             Tuhan itu hanyalah Allah.

2.             Allah adalah pencipta langit-langit dan bumi.

3.             Allah mencipta keduanya hanya enam hari.

4.             Allah itu bersemayam atau bersinggasana atau bertahta di arasy (Kursi kerajaan).

5.             Allah mengatur pergantian siang dan malam secara beraturan (tetap).

6.             Allah menundukkan matahari, bulan dan bintang.

7.             Allah itu Pencipta segala makhluk dan Dia pulalah yang mempunyai aturannya.

8.             Allah sebagai penguasa alam semesta mempunyai keberkatan bagi makhluknya.

 

b.     Shifat-Shifat Allah SWT

Nama-nama Allah yang indah (asmaul-husna) yang 99  menunjukkan kepada shifat-shifat Allah yang maha sempurna yang bersinggasana di atas arasy yang agung.

Adapun fakta-fakta  yang menyatakan  bbahwa Allah bersemayam atau bertahta atau bersinggasana   di arasy ada tujuh ayat dalam  Al-Qur’an, sebagai berikut :

1.             Surat Al-Araf : 54.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

Artinya     :“Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit-langit dan bumi selama enam hari kemudian Dia bersemayam di arasy.

 

2.             Surah Yunus : 3

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

                     Artinya     :“Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi selama enam hari kemudian Dia bersemayam di arasy.

 

3.             Surah Ar-Rad : 2

اللّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

Artinya     :“Allah yang telah mengangkat langit-langit tanpa tiang sebagaimana kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di arasy.

 

4.             Surah Thoha : 5

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

Artinya     :  “Yang  Maha Pengasih di arasy  Dia bersemayam.

 

5.             Surah Al-Furqon : 59

ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ

Artinya : “Kemudian Dia bersemayam di arasy (Dialah) yang Maha Pengasih

 

6.             Surah As-Sajdah : 4

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

                  Artinya  : “Allah yang telah menciptakan langit-langit dan bumi dan yang ada diantara keduanya dalam enam hari kemudian Dia bersemayam di arasy.

 

7.             Surah Al-Hadid : 4

هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى

Artinya :“Dia yang telah menciptakan langit-langit dan bumi dalam enam hari kemudian Dia bersemayam di arasy.

 

Arasy itu adalah kursi kerajaan Allah SWT. Allah bersemayam di arasy layak dengan keagungan-Nya tanpa ada pengetahuan bagaimana Dia bersemayam. Dari sanalah Allah mengatur segala urusan, karena Allah itu berkuasa di atas segala makhluknya, Firman Allah :

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

Artinya  :“Dan Dia itu berkuasa di atas hamba-hamba-Nya.Dan Dia maha Bijaksana maha Melihat . (Q.S. Al-An’am :18).

 

Walaupun Dzat Allah itu ada di arasynya, namun pengetahuan-Nya menembus langit dan bumi, sebagaimana Firman Allah :

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ

Artinya :   “Dan Dia bersama kamu dimanapun kamu berada. (Q.S. Al-Hadid : 4).

 

 

Pengertian “bersama” ada dua bagian :

Pertama,                               bersama secara umum untuk semua makhluknya, yaitu pandangan (ilmu) Allah akan menembus perkataan dan perbuatan hamba-hamba-Nya, baik yang zhahir maupun yang sembunyi (batin).

Kedua,                                   bersama secara khusus bagi orang-orang yang beriman, yaitu pertolongan Allah menyertai orang-orang yang beriman, sebagaimana  Firman Allah :

قَالَ لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى

                 Artinya : “Sesungguhnya Kami bersama kamu berdua (Nabi dan Abu Bakar) Kami mendengar dan Melihat (Q.S. Thoha : 46).

 

E.     METODE PEMBELAJARAN 

1.     Pembelajaran Kooperativ

2.     Tanya jawab

 

F.    KEGIATAN PEMBELAJARAN

1.    Pendahuluan (10 menit)

a.        Guru dan Peserta didik masuk kelas dan memulai pembelajaran tepat waktu sesuai jadwal dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

b.        Guru memperhatikan keadaan kelas: kerapihan tempat duduk, kebersihan kelas, dan papan tulis

c.         Guru memberi salam, mengecek keadaan Peserta didik, dan menyiapkan kelas untuk siap belajar secara teliti.

d.        Guru meminta ketua kelas atau salah seorang peserta didik untuk memimpin do’a bersama untuk mengawali pembelajaran.

e.        Guru meminta ketua kelas untuk memimpin bacaan ayat-ayat al-Quran yang sudah ditentukan dengan tertib dan penuh kesungguhan.

f.          Guru menjelaskan kompetensi yang akan dicapai dalam tatap muka tersebut dan arti penting kompetensi itu bagi peserta didik dalam kehidupaan sehari-hari.

g.        Guru meminta peserta didik untuk membagi kelas menjadi lima kelompok berdasarkan urutan presensi secara tertib dan penuh tanggung jawab.

h.        Guru meminta masing-masing kelompok untuk menentukan seorang ketua, sekretaris, dan seorang wakil kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi secara tertib dan penuh tanggung jawab.

i.           Guru mengundi topik atau bahan diskusi yang akan didiskusikan oleh masing-masing kelompok secara tertib dan penuh keadilan.

2.       Inti (60 menit)

a.        Masing-masing ketua kelompok memimpin diskusi kelompok tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah (Rububiyyah, Mulkiyah dan Uluhiyah) atau bahan diskusi yang diperolehnya dan menyebutkan nilai-nilai karakter apa saja yang bisa dipetik dari topik atau bahan diskusi tersebut dengan penuh tanggung jawab.

b.        Masing-masing kelompok peserta didik secara bergantian untuk menyampaikan hasil diskusinya dan secara langsung meminta  kelompok lain untuk dengan penuh kesungguh-sungguhan untuk mengemukakan keyakinan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah.

c.         Peseta didik memberikan komentar terhadap hasil yang telah didiskusikan dan arti penting nilai karakter yang terkandung di dalamnya bagi kehidupan mereka sehari-hari dengan penuh kayakinan dan percaya diri.

d.        Peserta didik melakukan konfirmasi atas semua hasil diskusi kelompok dan menekankan arti penting nilai karakter yang terkandung di dalamnya bagi kehidupan sehari serta relevansinya dengan kehidupan masyarakat dewasa ini dengan penuh kayakinan dan percaya diri.

e.        Guru melakukan konfirmasi terhadap hasil diskusi yang telah dilakukan peserta didik tentang Iman kepada Allah dan sifat-sifat kesempurnaan-Nya.

 

3.       Penutup (10 menit)

a.        Guru memberikan pertanyaan singkat secara acak kepada peserta didik berkaitan dengan materi keimanan kepada Allah.

b.        Guru menekankan kembali arti penting nilai-nilai karakter yang terkandung dalam mengimani adanya Allah dan sifat-sifat kesempurnaan-Nya dan fenomena yang ada  di alam semesta.

c.         Guru memberitahukan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan datang.

d.        Guru memperhatikan keadaan kelas: kerapihan tempat duduk, kebersihan kelas, dan papan tulis

e.        Guru meminta ketua kelas atau salah seorang dari peserta didik untuk memimpin doa bersama untuk mengakhiri pembelajaran dengan membaca basmalah bersama.

f.          Guru mengucapkan salam untuk meninggalkan ruangan kelas.

 

G.   SUMBER BELAJAR

Keterangan :

Tuliskan sumber belajar di atas tanda tangan guru dan kepala sekolah secara lengkap dengan ketentuan sebagai berikut:

Sumber belajar berupa buku, artikel, UU, majalah, dll.

1.         Buku teks : Penulis. Tahun Judul Buku. Kota Penerbitan: Penerbit, halaman.

2.         Artikel : Penulis. “Judul Artikel”. Nama Mmedia. Tanggal, bulan, tahun.

3.         Berita: Nama Media. Tanggal, bulan, tahun. “Judul Berita”.

4.         Nara sumber: Nama Tokoh. Keteranga Tokoh.

5.         Peraturan : Undang-undang Nomor…. Tahun… tentang…

6.         Internet: Alamat web. “Judul Tulisan”. Tanggal diunduh…

7.         Lingkungan: Nama dan lokasi

8.         Dll

 

 

 

 

 

 

H.    PENILAIAN

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

Teknik

Bentuk Instrumen

Contoh Instrumen

Membaca  ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan sifat Rububiyah (QS.al-A’raf: 54) dengan penuh keyakinan

 

Observasi Lembar pengamatan Firman Allah:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

Bacalah ayat di atas dengan baik dan benar

Membaca  ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan sifat-sifat Mulkiyah (QS.

Ali Imran: 189) dengan penuh keyakinan

 

Tes tertulis Uraian Firman Allah:

وَلِلّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللّهُ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Bacalah ayat di atas dengan baik dan benar

Membaca ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan sifat-sifat Uluhiyah (QS.

al-Baqarah: 255) dengan penuh keyakinan

 

Tes tertulis Uraian Firman Allah:

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Bacalah ayat di atas dengan baik dan benar

 

 

Mengartikan dan menjelaskan isi kandungan ayat-ayat al-Quran surat Al-A’raf ayat 54 dengan penuh

keyakinan

 

Tes tertulis Uraian Artikan Q.S. Al-A’raf ayat 54 dan jelaskan isi kandungannya
Mengartikan ayat-ayat al-Quran surat Ali ‘Imran ayat 189 dengan penuh    keyakinan

 

Tes tertulis Uraian Artikan Q.S. Ali-Imran ayat 189 dan jelaskan isi kandungannya

 

Mengartikan ayat-ayat Al-Quran surat al-Baqarah ayat 255 dengan penuh   keyakinan

 

Tes tertulis Uraian Artikan Q.S. Al-Baqarah ayat 255 dan jelaskan isi kandungannya

 

 

Format Penilaian Afektif dalam Diskusi Kelas

No.

Nama Peserta didik

Aspek

Keterangan

1 2 3 4 5
              Aspek Penilaian:

1.      Percaya diri

2.      Kerjasama

3.      Tenggang rasa

4.      Konsep

5.      Alur pikir

 

 

             
             
             
             
             
             
             
             
             
             
             
             
             
             

 

Kepala Sekolah,                                                      Solo ,    3  Desember .   2010

Guru PAI,

 

 

————————–                                                    ————————————

 

 

 

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: