Model Pembelajaran Langsung

Model Pembelajaran Langsung

Model pendekatan pembelajaran yang memfokuskan pada kegiatan siswa mempelajari ketrampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah disebut model pengajaran langsung (MPL). Istilah lain yang juga sering dipergunakan ialah Pengajaran Aktif (Good & Grows, 1985), Mastery Teaching (Hunter, 1982), dan Explicit Instruction (Rosenshine & Stevens, 1986).

 

Tahapan Pembelajaran Langsung

Tahap Tingkah Laku Guru
Tahap 1

Menyampaikan tujuan dan

mempersiapkan siswa

Guru menjelasakan TPK, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar
Tahap 2

Mendemonstrasikan pengetahuan atau

Ketrampilan

Guru mendemonstrasikan ketrampilan dengan benar, atau  menyajikan informasi tahap demi tahap
Tahap 3

Membimbing pelatihan

Guru merencanakan dan memberikan bimbingan pelatihan awal
Tahap 4

Mengecek pemahaman dan

memberikan  umpan balik

Guru mengecek  apakah siswa telah berhasil melakukan tugas  dengan baik, memberikan umpan balik
Tahap 5

Memberikan kesempatan untuk

pelatihan lanjutan dan penerapan

Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan,  dengan perhatian khusus  penerapan pada situasi lebih kompleks

dan kehidupan sehari-hari.

 

9.       Kegiatan pembelajaran

9.1. Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

a.       menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;

b.      mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;

c.       menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;

d.      menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

9.2. Kegiatan Inti

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

 

a. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

1.      melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

2.      menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media  pembelajaran, dan sumber belajar lain;

3.      memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

4.      melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran;

5.      memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 

b. Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

1.       membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

2.       memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

3.       memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

4.       memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

5.       memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

6.       memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

7.       memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

8.       memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;

9.       memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

1.       memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

2.       memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,

3.       memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

4.       memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

a)      berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengar menggunakan bahasa yang baku dan benar;

b)      membantu menyelesaikan masalah;

c)      memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;

d)     memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

e)      memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

 

9.3. . Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

a)      bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran;

b)      melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;

c)      memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

d)     merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

 

10.   Penilaian hasil belajar

Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian

Penilaian dalam RPP mengacu pada penilaian yang terdapat dalam silabus tetapi harus lebih rinci dan lengkap. Penilaian dalam silabus ditulis hanya contoh instrument/soal, sedangkan dalam RPP semua instrument/soal ditulis lengkap  ( disertai kriteria penilaian) sesuai KD dan indikator dalam RPP

 

11.   Sumber belajar

Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

Sumber Belajar dalam RPP ditentukan dengan mengacu pada sumber belajar yang terdapat dalam silabus dengan mempertimbangkan          :

o   Sumber belajar adalah rujukan, obyek, dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

o   Sumber belajar dapat berupa media cetak, elektronik, nara sumber, lingkungan fisik, alam, social dan budaya

o   Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indicator pencapaian kompetensi.

o   Sumber belajar dipilih yang mutakhir dan menarik.

 

Sumber:

Materi TOT Guru Mata Pelajaran yang diujikan secara nasional di LPMP Jateng tahun 2010

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: